Penggunaan Spektrofotometer dalam Penilaian Kualitas Pangan: Metode dan Praktik
ISBN: 978-623-10-1257-9
| Penulis | Ibnu Hasan Sunandar, S.Si, M.TPn |
| Editor | Loly Novita Winas, S.Gz, M.K.M |
| ISBN | 978-623-10-1257-9 |
| Bahasa | Indonesia |
| Tahun | 2024 |
| Penerbit | Azzia Karya Bersama |
| Website | https://azzia.id/books/penggunaan-spektrofotometer-dalam-penilaian--kualitas-pangan:-metode-dan-praktik |
| Berat Buku | 200 Gram |
| Halaman | 102 Halaman |
| Kata Kunci | Bahasa Indonesia |
Rp.73.000
Rp.45.000
Transaksi
Buku "Penggunaan Spektrofotometer dalam Penilaian Kualitas Pangan: Metode dan Praktik" yang ditulis oleh Ibnu Hasan Sunandar, S.Si., M.TPn. ini merupakan sebuah karya akademik yang mengkaji secara komprehensif peran vital spektrofotometri sebagai teknik analisis instrumental dalam evaluasi mutu dan keamanan produk pangan. Bagian awal buku ini menguraikan konsep dasar kualitas pangan yang mencakup aspek kandungan nutrisi, keamanan dari kontaminan, sifat sensorik, serta tingkat penerimaan konsumen. Penulis menegaskan bahwa penilaian kualitas pangan memiliki peran krusial dalam menjamin keamanan konsumen, memastikan nilai gizi optimal, memenuhi preferensi konsumen, serta mendukung kepatuhan terhadap regulasi dan perdagangan internasional. Spektrofotometer diposisikan sebagai instrumen kunci dalam penilaian ini karena kemampuannya mengidentifikasi dan mengukur berbagai senyawa dalam bahan pangan secara akurat, sensitif, dan efisien. Teori spektroskopi yang meliputi absorbansi, emisi, dan hamburan dijelaskan sebagai prinsip dasar yang mendasari kerja berbagai jenis spektrofotometer, seperti UV-Vis, FTIR, NMR, fluoresensi, dan Raman, beserta komponen utama dan cara kerjanya.
Pembahasan utama dalam buku ini difokuskan pada aplikasi spektrofotometri untuk berbagai parameter kualitas pangan, dimulai dari teknik preparasi sampel, pembuatan larutan standar, hingga konstruksi kurva standar sebagai dasar analisis kuantitatif. Metode spektrofotometri diuraikan secara rinci untuk analisis proksimat (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat), analisis senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan karotenoid, serta analisis kontaminan berbahaya meliputi logam berat, mikotoksin, dan residu pestisida. Validasi metode menjadi perhatian serius dengan pembahasan mendalam tentang parameter akurasi, presisi, linieritas, batas deteksi (LOD), batas kuantifikasi (LOQ), selektivitas, dan spesifisitas. Studi kasus aplikasi spektrofotometer dalam industri pangan disajikan secara praktis, mencakup kontrol kualitas bahan baku, pengawasan proses produksi, evaluasi produk akhir, dan analisis masa simpan produk, yang seluruhnya dilengkapi dengan tabel hasil analisis dan interpretasinya.
Bagian akhir buku ini membahas aspek interpretasi hasil analisis dan sistem pengendalian kualitas, termasuk kriteria penerimaan dan batas maksimum berdasarkan regulasi nasional dan internasional, serta penerapan hasil analisis dalam pengambilan keputusan strategis di industri pangan. Penulis juga menyajikan panduan troubleshooting dan pemeliharaan spektrofotometer, mencakup identifikasi sumber kesalahan umum, kalibrasi, verifikasi kinerja, serta pemeliharaan rutin untuk memastikan instrumen berfungsi optimal. Regulasi dan panduan terkait dari ISO/IEC 17025, AOAC International, FDA, ICH, Codex Alimentarius, dan badan akreditasi nasional diuraikan sebagai kerangka kepatuhan yang harus dipenuhi laboratorium pengujian pangan. Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis pada standar ilmiah, buku ini menjadi referensi esensial bagi akademisi, peneliti, praktisi laboratorium, mahasiswa, dan pelaku industri pangan dalam memahami dan mengaplikasikan spektrofotometri untuk penilaian kualitas pangan yang akurat, andal, dan sesuai dengan persyaratan regulasi global.