Logo
furniture_img1
Bahasa Indonesia

Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time Pada Anak Usia Dini: Implementasi, Hambatan dan Solusi

ISBN: 978-623-10-1720-8

Penulis Dr. Andi Fitriani Djollong, M.Pd
Editor Muhammad Ikhlas Al Kutsi, S.Kom ,S.Pd, M.M
ISBN 978-623-10-1720-8
Bahasa Indonesia
Tahun 2024
Penerbit Azzia Karya Bersama
Website https://azzia.id/books/pembelajaran-beyond-centers-and-circle-time-pada-anak-usia-dini:-implementasi,-hambatan-dan-solusi
Berat Buku 220 Gram
Halaman 114 Halaman
Kata Kunci Bahasa Indonesia

Buku Cetak

Rp.76.000

E-Book

Rp.45.000

Transaksi

Buku "Pembelajaran Beyond Centers and Circle Time pada Anak Usia Dini: Implementasi, Hambatan dan Solusi" yang ditulis oleh Dr. Andi Fitriani Djollong, S.Ag., M.Pd. ini merupakan sebuah karya akademik yang mengkaji secara komprehensif pendekatan pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circle Time) yang diadopsi dari Creative Center for Childhood Research and Training di Florida, Amerika Serikat, sebagai salah satu metode inovatif dalam pendidikan anak usia dini. Bagian awal buku ini menguraikan landasan filosofis dan teoritis pembelajaran BCCT yang berpusat pada anak, menekankan kegiatan bermain sebagai media utama pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an tentang pentingnya mempersiapkan generasi yang kuat. Penulis menjelaskan secara rinci konsep dasar BCCT yang meliputi empat jenis pijakan (pijakan lingkungan main, pijakan sebelum main, pijakan selama main, dan pijakan setelah main), serta tiga jenis main (sensorimotor/fungsional, main peran, dan main pembangunan) yang menjadi fondasi dalam pengembangan seluruh aspek perkembangan anak, meliputi fisik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan moral-spiritual.

Pembahasan utama dalam buku ini difokuskan pada implementasi pembelajaran BCCT di Raudhatul Athfal (RA) Kota Parepare, dengan mengidentifikasi berbagai sentra pembelajaran yang dikembangkan seperti sentra iman dan takwa, sentra persiapan, sentra balok, sentra bermain peran, sentra seni dan kreativitas, serta sentra bahan alam. Setiap sentra dijelaskan secara mendalam beserta tujuan, alat permainan edukatif yang digunakan, serta peran pendidik sebagai fasilitator, motivator, dan pemberi pijakan. Penulis juga memaparkan secara sistematis langkah-langkah implementasi BCCT mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan yang meliputi penataan lingkungan main, penyambutan anak, pijakan sebelum main, pijakan selama main, pijakan setelah main, makan bekal bersama, kegiatan penutup, hingga evaluasi pembelajaran yang bertujuan memantau perkembangan anak secara individual sesuai dengan tahapan dan irama perkembangannya masing-masing.

Bagian akhir buku ini menyajikan analisis mendalam tentang faktor-faktor penghambat implementasi BCCT beserta solusi strategis yang diterapkan. Hambatan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan ruangan kelas, ketidakseimbangan rasio antara jumlah alat permainan edukatif dengan peserta didik, kreativitas pendidik yang masih terbatas dalam pembuatan alat permainan, partisipasi orang tua dan masyarakat yang kurang optimal, serta pemeliharaan alat permainan edukatif. Solusi yang ditawarkan mencakup penataan ruang kelas secara kreatif dengan memanfaatkan sekat dari lemari atau rak buku, penyediaan alat permainan edukatif secara bertahap melalui pembelian dan pembuatan mandiri dari bahan bekas, peningkatan kompetensi pendidik melalui seminar, workshop, dan pelatihan, pertemuan rutin antar sekolah dalam wadah organisasi profesi seperti IGRA dan IGTKI, serta penguatan kemitraan dengan orang tua melalui pertemuan rutin dan pelibatan dalam kegiatan sekolah. Dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis pada riset lapangan, buku ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pendidik, pengelola lembaga PAUD/RA, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dalam memahami, menerapkan, dan mengatasi tantangan implementasi pembelajaran BCCT guna mengoptimalkan potensi dan perkembangan anak usia dini secara holistik.

150%