Logo
furniture_img1
Kesehatan Lingkungan

Perubahan Iklim dalam Kesehatan Lingkungan

ISBN: 978-634-7357-49-6

Penulis Frisca Rahmadina
Editor Kalasta Ayunda Putri, S.Tr.Kes, M.Kes
ISBN 978-634-7357-49-6
Bahasa Indonesia
Tahun 2025
Penerbit Azzia Karya Bersama
Website https://azzia.id/books/perubahan-iklim-dalam-kesehatan-lingkungan
Berat Buku 300 Gram
Halaman 197 Halaman
Kata Kunci Kesehatan Lingkungan

Buku Cetak

Rp.98.000

E-Book

Rp.55.000

Transaksi

Buku referensi ini menyajikan telaah komprehensif mengenai keterkaitan fundamental antara krisis iklim dan kesehatan lingkungan, dengan menempatkan perubahan iklim sebagai ancaman sistemik terbesar bagi kesehatan masyarakat di abad ke-21. Pembahasan diawali dengan definisi dan ruang lingkup kesehatan lingkungan, serta identifikasi faktor-faktor pendorong utama perubahan lingkungan seperti deforestasi, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang diperparah oleh aktivitas antropogenik. Penulis menguraikan secara rinci bagaimana perubahan iklim—melalui peningkatan suhu, pola curah hujan ekstrem, dan kejadian cuaca ekstrem—berdampak langsung pada kesehatan manusia, meliputi peningkatan penyakit terkait panas, perluasan wilayah vektor penyakit seperti demam berdarah, serta penurunan kualitas udara, air, dan tanah yang memicu penyakit pernapasan dan diare.

Secara tematik, buku ini mengupas dampak perubahan iklim pada sektor-sektor vital dan kelompok populasi rentan. Pada sektor pertanian, dijelaskan ancaman terhadap ketahanan pangan melalui penurunan hasil panen, penurunan kualitas gizi, serta peningkatan risiko kontaminasi mikotoksin. Di wilayah perkotaan, fenomena Urban Heat Island (UHI), polusi udara, dan banjir menjadi fokus utama dengan penekanan pada kerentanan kelompok miskin di permukiman informal. Sementara itu, di wilayah perdesaan, pembahasan mencakup kerusakan sanitasi dan sumber air bersih akibat banjir dan kekeringan, perubahan pola penyakit, serta dampak pada mata pencaharian petani yang memicu siklus kemiskinan dan migrasi.

Sebagai respons, buku ini menawarkan kerangka solusi terintegrasi yang membedakan secara tegas antara strategi mitigasi (mengurangi akar penyebab, seperti transisi energi terbarukan, pengelolaan limbah berkelanjutan, dan restorasi lahan gambut) dan strategi adaptasi (membangun ketahanan, seperti sistem peringatan dini iklim-kesehatan, pengembangan varietas tanaman tahan cekaman, infrastruktur hijau perkotaan, serta pendekatan berbasis komunitas). Dilengkapi dengan studi kasus empiris mengenai efektivitas pembasahan lahan gambut di perkebunan kelapa sawit, buku ini menegaskan bahwa kebijakan mitigasi dan adaptasi harus dipandang sebagai investasi kesehatan publik primer. Dengan pendekatan interdisipliner dan berbasis bukti, buku ini menjadi referensi esensial bagi akademisi, praktisi kesehatan lingkungan, dan pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi menghadapi tantangan kesehatan di era perubahan iklim.

150%