Logo
furniture_img1
Pertanian

MONOGRAF: CMF dari Pelepah Kelapa Sawit Sebagai Enkapsulan Untuk Probiotik

ISBN: 978-623-10-5195-0

Penulis Prof. Ir. Usman Pato, MSc., PhD.
Editor Prof. Ir. Usman Pato, MSc., PhD.
ISBN 978-623-10-5195-0
Bahasa Indonesia
Tahun 2024
Penerbit Azzia Karya Bersama
Website https://azzia.id/
Berat Buku 150 Gram
Halaman 125 Halaman
Kata Kunci Pertanian

Buku Cetak

Rp.82.000

E-Book

Rp.49.000

Transaksi

Monograf berjudul "CMF dari Pelepah Kelapa Sawit sebagai Enkapsulan untuk Probiotik" ini menyajikan kajian ilmiah yang komprehensif mengenai pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi cellulose microfiber (CMF) yang bernilai tambah tinggi, khususnya sebagai bahan enkapsulasi bagi probiotik. Buku ini diawali dengan pemaparan potensi besar perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang menghasilkan limbah pelepah dalam jumlah melimpah, serta kandungan selulosanya yang tinggi (67,0%) sehingga layak diolah menjadi CMF. Karakterisasi CMF melalui analisis XRD dan FTIR dijelaskan secara rinci, menunjukkan indeks kristalinitas yang tinggi (93,4%) dan gugus fungsi khas selulosa. Pembahasan dilanjutkan pada proses pembuatan hidrogel CMF serta aplikasinya dalam mengenkapsulasi dua isolat probiotik unggulan asal dadih Sumatera Barat, yaitu Limosilactobacillus fermentum InaCC B1295 dan Pediococcus pentosaceus Strain 2397.

Lebih lanjut, buku ini mengupas secara mendalam evaluasi sifat probiotik dari sel-sel yang dienkapsulasi, meliputi viabilitas selama penyimpanan, ketahanan terhadap garam empedu, serta kemampuan agregasi dan hidrofobisitas permukaan sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi dengan CMF mampu mempertahankan viabilitas probiotik hingga 28 hari penyimpanan, serta mempertahankan kemampuan autoagregasi, koagregasi dengan bakteri patogen, dan sifat hidrofobik yang berperan penting dalam kolonisasi usus. Selain itu, buku ini juga menyajikan data mengenai keamanan probiotik (uji hemolitik, produksi amina biogenik, sitolisin, dan gelatinase), aktivitas antioksidan (resistensi terhadap H₂O₂, penangkalan radikal hidroksil dan DPPH), serta produksi bakteriosin. Aktivitas antimikroba probiotik terenkapsulasi terhadap bakteri patogen seperti Staphylococcus aureusListeria monocytogenesEscherichia coli, dan Salmonella sp. juga dipaparkan secara rinci, menunjukkan potensinya sebagai agen biopreservatif.

Sebagai penutup, buku ini tidak hanya merangkum temuan-temuan penting dari serangkaian penelitian yang didanai oleh berbagai skema hibah nasional, tetapi juga membuka wacana untuk penelitian lanjutan secara in vivo dan uji klinis guna mengkaji efek terapeutik probiotik terenkapsulasi dalam mencegah penyakit degeneratif. Dengan penyajian yang sistematis, didukung oleh data tabel dan gambar yang informatif, monograf ini menjadi referensi yang sangat berharga bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu dan teknologi pangan, mikrobiologi, serta mereka yang tertarik pada pengembangan pangan fungsional berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan.

150%